Minggu, 14 September 2014

KRI Bung Tomo ( 357 )


Dalam perjalanannya dari Inggris sejak 16 Agustus, KRI Bung Tomo-357 yang membawa 87 ABK perwira, bintara dan tamtama serta 5 warga negara asing sebagai teknisi kapal ini sempat transit di beberapa negara.  Sementara dua KRI sekelas yang juga diakusisi TNI AL, yaitu KRI John Lie-358 dan KRI Usman Harun-359 segera akan menyusul.


KRI Bung Tomo adalah Multirole Light Fregate (MRLF) atau frigat ringan buatan BAE System Maritime Naval Ship Inggris. Berdimensi panjang 95 m, lebar 12,7 m, bobot benaman 2.300 ton, dilengkapi empat motor penggerak CODAD (Combined Diesel And Diesel), KRI Bung Tomo mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 31 knot.

Soal kemampuan, frigat ringan ini dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan kontrol tembak canggih, kanon Oto Melara 76 mm, kanon pertahanan udara DS 30 B REMSIG 30 mm, torpedo Thales Sensor Cutlass 242 anti kapal selam, rudal permukaan ke udara Vertical Launch (VL) Sea Wolf dan rudal Exocet MM 40 Block II. Menjadikan kapal ini mampu mengatasi ancaman kapal permukaan, kapal selam dan serangan udara.

KRI Bung Tomo-357 selanjutnya akan masuk ke jajaran Satuan Kapal Eskorta TNI AL bersama frigat Kelas Van Speijk (KRI Oswald Siahaan, KRI Ahmad Yani, dll).


senjata : 

- kanon Oto Melara 76 mm
- kanon pertahanan udara DS 30 B REMSIG 30 mm
- torpedo Thales Sensor Cutlass 242 anti kapal selam
- rudal permukaan ke udara Vertical Launch (VL) Sea Wolf
- rudal Exocet MM 40 Block II

sumber : news.detik.com

Rabu, 16 Mei 2012

KEMHAN & ROSOBORONEXPORT TANDA TANGANI KONTRAK PEMBELIAN 37 UNIT BMP - 3F

JAKARTA - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) secara resmi menandatangani  kontrak pembelian 37 Unit Tank BMP-3F dari Rusia. Kontrak pembelian 37 Unit Tank BMP-3F ini ditandatangani oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo bersama Kepala Perwakilan JSC Rosoboronexport Rusia di Indonesia Vadim Varaksin, Jumat (11/5), di kantor Kemhan, Jakarta.


Kabaranahan Kemhan RI mengatakan, pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F ini dilaksanakan berdasarkan keputusan Menhan tentang penetapan penyedia barang dan jasa pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F dengan mempergunakan fasilitas pendanaan yang telah ditetapkan sumber pembiayaannya pada tahun anggaran 2011. Pengadaan kali ini adalah pengadaan lanjutan untuk 37 Unit Tank BMP-3F, mengingat sebelumnya Kemhan RI sudah melaksanakan pengadaan serupa pada tahun 2008 sebanyak 17 unit.


Pengadaaan kali ini dengan jumlah unit lebih besar dari sebelumnya yaitu 37 unit, dan juga ada satu Unit BREM-L armoured recovery vehicle,  Amunisi dan segala peralatan pendukungnya.
Kemhan RI berharap, dengan pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F dapat memenuhi kebutuhan Satuan Marinir TNI AL sehingga meningkatkan kemampuan pelaksanaan tugas dan kemampuan bertempur TNI khususnya Angkatan Laut.


Lebih lanjut kepada pihak JSC Rosoboronexport Rusia, Kabaranahan Kemhan RI menyampaikan ucapan terimakasih karena pada pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F pihak JSC Rosoboronexport Rusia bersedia memberikan Transfers of Technology (ToT) yaitu berupa peningkatan kemampuan workshop dari TNI AL didalam memiliki kemampuan pemeliharaan yang baik terhadap tank - tank tersebut.
Atas nama Menhan, Kabaranahan Kemhan RI juga menyampaikan perhargaan dan ucapan terimakasih atas kerjasamanya sehingga proses pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F  ini dapat dilaksanakan khususnya yaitu melalui pembiayaan state credit yang disediakan dari pemerintah Rusia.
Fasilitas state credit yang disediakan pemerintah Rusia, tentu pemerintah Indonesia didalam proses pengadaannya akan memanfaatkan sebesar-besarnya fasilitas state credit yang diberikan ini. Dan tentunya ini merupakan wujud kerjasama yang baik antara pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Rusia.
Sementara itu,  Kepala Perwakilan JSC Rosoboronexport Rusia di Indonesia Vadim Varaksin  mengatakan, pengadaan  37 Unit Tank BMP-3F  ini merupakan pembelian kedua, dimana ini mencerminkan bahwa TNI AL merasa puas dengan kendaraan tersebut dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Rusia khususnya Rosoboronexport Rusia. Pihaknya berharap pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F   nantinya  akan membantu meningkatkan kemampuan TNI AL khususnya Marinir.
Menurutya,  kontrak pengadaan  37 Unit Tank BMP 3F  ini cukup istimewa dan bahkan merupakan suatu terobosan dalam hubungan antara JSC Rosoboronexport Rusia dan Kemhan RI karena sudah mengandung komponen yang baru dan penting yaitu adanya kerjasama Transfers of Technology. “Ini adalah suatu hal yang sangat baik dan meletakan dasar yang sangat baik untuk peningkatan hubungan kita kemasa depan”, ungkapnya.
Kepala Perwakilan JSC Rosoboronexport menegaskan bahwa pihaknya siap dan sungguh - sungguh untuk melakukan kerjasama ToT dalam rangka kontrak ini, dan akan berusaha untuk mempertahankan kerjasama yang telah berlangsung  baik selama ini.
 
sumber : DMC



Sabtu, 05 Mei 2012

Empat KRI Jenis LST Dipensiunkan

JAKARTA - Empat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jenis "Landing Ship Tank" dibawah pembinaan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dipensiunkan karena telah purna masa penugasannya. Keempat KRI tersebut adalah KRI Teluk Langsa-501, KRI-Teluk Kau-504, KRI Teluk Tomini-508 dan KRI Teluk Saleh-510.

Berakhirnya masa tugas kapal-kapal tersebut ditandai dengan upacara penurunan ular-ular perang (kapal), penurunan lencana perang dan bendera merah putih yang dipimpin oleh Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI SM Darojatim.

“Keempat KRI ini telah jauh melebihi batas usia pakainya. Empat KRI tersebut telah menjalani proses perpanjangan pemakaian beberapa kali, ada ganti mesin dan lainnya. Usia pakainya mencapai 60 tahunan, padahal ideal pemakaian kapal perang maksimal 30 tahun," kata Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI SM Darojatim di Dermaga Kolinlamil Jakarta, Kamis (3/5).




Menurut dia, selama masa pengabdiannya, keempat KRI itu telah berjasa bagi bangsa dan negara dalam tugas operasi baik dalam tugas operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.

Dengan dipensiunkannya empat KRI ini, kekuatan alutsista TNI AL berkurang. Namun begitu, dia berharap telah tersedia penggantinya pada 2012 ini. Darojatim mengatakan, dirinya menyerahkan keputusan pengganti kapal tersebut pada jajaran atas yang berwenang. “Kami tidak tahu kapal yang akan disiapkan dari mana,"katanya.

KRI Teluk Angsa-501, KRI teluk Kau, KRI Teluk Tomini-508 merupakan eks kapal perang Amerika yang diserahkan kepada pemerintah RI pada Tahun 1960. Sementara KRI Teluk Saleh-501 diserahkan pada tahun 1970, yang kemudian diresmikan menjadi kapal perang RI.

Keempat KRI itu telah banyak melaksanakan operasi militer perang, dengan mendukung pergeseran TNI, diantaranya operasi Dwikora, operasi Trikora dan operasi Seroja. Dalam melaksanakan operasi militer selain perang, keempat KRI itu telah melaksanakan operasi bhakti, operasi SAR, operasi pengamanan pulau-pulau terluar maupun pengamanan daerah rawan Maluku dan lainnya.

Sumber : JURNAS.COM

Jumat, 06 April 2012

ROKET R-HAN 122MM


BATURAJA - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengaku puas atas pengembangan Roket R-Han 122mm yang diproduksi bangsa Indonesia sebagai wujud kemandirian roket nasional.

Menurut Sjafrie usai uji coba Roket R-Han 122 di Puslatpur TNI AD di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, Rabu (28/3), pengembangan roket ini diharapkan bisa terus ditingkatkan kemampuan jangkauannya dari puluhan menjadi ratusan kilometer.

"Berdasarkan hasil uji kali ini, kemandirian roket pada tahun 2014 optimis bisa tercapai," ujar Sjafrie.

Budi Teguh Rahardjo, Deputi Menristek Bidang Produktivitas dan Relevansi Riset Iptek meyakini, 90 persen industri roket di Indonesia dapat berkembang dengan pesat dan masuk dalam ranah industri, serta mampu memasok alusista dalam jumlah yang besar.


Rabu, 04 April 2012

KRI CLURIT ( 641 )


KRI Clurit adalah Kapal Perang Republik Indonesia bertipe Kapal Cepat Rudal 40 yang pembuatanya dilakukan PT Palindo di Batam . Menhan berjanji akan terus membangun kapal-kapal perang seperti KRI Clurit yang 100% pembuatannya di lakukan di PT Palindo Marine Industries, Tanjunguncang, Batam.
Untuk membuat KCR 40 dengan dana sebesar Rp62 miliar (6.9 juta $)
Sampai bisa berlayan dan kelangkapan alutsistanya habis dana sebesar Rp74 miliar (8,2 juta $).

KCR 40 ini bahan baku dari baja khusus yang bernama High Tensile Steel. Baja ini diperoleh dari PT.Krakatau Steel. Kapal dengan sistem pendorong fixed propeller lima daun itu (Baling-baling memberi putaran pada arus slip untuk mempercepat air).
Untuk membuat kapal ini dibutuhkan waktu selama 12 bulan.

Dimensi :
Panjang : 43 M
Lebar : 7.40 M
Berat : 250 Ton
Daya tampung bahan bakar : ± 50 Ton
Daya tampung air tawar : 15 Ton
ABK : 35 orang ABK dan masih mampu memuat 13 personel pasukan khusus


Kapal ini dikomandani oleh Mayor Laut.

Persenjataan:
Meriam : 1 unit meriam 6 barel caliber 30 MM di hidung kapal.
2 unit meriam anjungan caliber 20 MM di ajungan kanan dan kiri, dekat buritan kapal
Peluru Kendali:

2 set Rudal (peluru kendali) C-705 yang diletakkan buritan.

Serta dilengkapi dengan 1 perahu karet.

memiliki*Sensor dan Sensor dan Senjata Elektronik

Sensor Weapon Control (Sewaco) dan Close in Weapon System (CIWS)

Sedangkan Kapal perang ini berkecepatan 30 knot